Truk Dengan Sistem Common Rail, Apa Saja Yang Harus Diperhatikan?

 Sudah semakin banyak produsen kendaraan truk memutuskan untuk mengeluarkan truk dengan sistem common rail. Jadi bisa dibilang sistem bahan bakar rel dengan common rail ini sudah menjadi standar pada hampir setiap mesin diesel modern, dari alat berat hingga truk angkutan, dan banyak lagi. Sistem bahan bakar common rail memiliki banyak keunggulan, meskipun ada beberapa hal yang harus diperhatikan operator, saat mengisi bahan bakar.  Tak jarang, truk mudah rusak jika diisi dengan bahan bakar yang tidak sesuai.



Untuk itulah, pemilik perlu memastikan mesin tahan lama, dengan memahami sistem bahan bakar serta kepekaan sistem karena dampak bahan bakar yang terkontaminasi akan mengakibatkan kerusakan permanen.

Apa Yang Harus Diperhatikan Untuk Perawatan Maksimal

Sistem common rail pada truk memiliki rel bahan bakar bertekanan tinggi dan dapat digunakan untuk semua injektor. Bahan bakar disuplai ke rel bahan bakar bertekanan tinggi dengan pompa suplai bertekanan tinggi pula. Tekanan di rel dapat melebihi 30.000 hingga 40.000 psi, tergantung RPM dan beban mesin. Injektor dikontrol secara elektronik, dimana masing-masing memiliki mekanisme pembakaran atau solenoida sendiri.

Karena desainnya, sistem common rail juga memberikan atomisasi bahan bakar lebih baik setelah injeksi. Hasil pembakaran lebih bersih, lebih bertenaga, dan lebih sempurna adalah keunggulan mesin common rail, dengan gas buang yang lebih bersih. Yang terpenting adalah horsepower lebih besar, serta efisiensi bahan bakar saat mengopling, dibandingkan model sebelumnya.

Memang, sistem common rail juga memiliki kompleksitas dalam komponen kelistrikannya. Sensor, rangkaian kabel, serta komponen listrik yang ada perlu perawatan ekstra, sehingga mesin bekerja optimal. Untuk itulah, mesin common rail harus menggunakan bahan bakar diesel yang murni. Bahan bakar kotor, campuran air dalam bahan bakar serta udara di dalam sistem pembakaran dapat menyebabkan kerusakan pada mesin diesel common rail.

Kerusakan sistem common rail dapat terjadi jika tekanan injeksi semakin tinggi sehingga komponen pendukung seperti pompa, katup dan injektor tidak bekerja maksimal. Kontaminasi dari bahan lain selain bahan bakar atau air memang tidak menyebabkan kerusakan pada injektor mekanis model lama, namun hal ini tidak berlaku pada sistem bahan bakar common rail.

Waspadai Tanda-Tanda Ini

Tanda awal kerusakan mesin akibat kontaminasi bahan bakar adalah beberapa injektor yang rusak. Jika teknisi melihat kinerja mesin yang buruk, produksi asap berlebihan, atau hal lain yang tidak normal, teknisi harus segera mengecek mesin sebelum terjadi kerusakan yang parah. 


Mesin rusak perlu penggantian sehingga akan menghabiskan biaya lebih banyak. Biaya ini tentu jauh lebihi besar jika dibandingkan perawatan berkala, serta pembelian bahan bakar yang semestinya dan bukan campuran. Intinya adalah, penggunaan bahan bakar bersih dan terjamin untuk semua truk common rail.

Post a Comment

0 Comments